Menuntut Tes DNA

1322 Kata

Mobil yang Dewa kemudikan telah sampai di halaman keluarga Praman. Selepas pulang dari dokter, Dewa dan Qinara merasa frustasi. Keduanya berjalan gontai masuk ke dalam rumah. Ucapan dokter SpOG yang ditemui masih terngiang di telinga. "Jelas saja masih samar. Karena baru jadi." Dokter itu tersenyum. "Jadi bulan ini tidak berhubungan?" tanyanya lagi. "Benar. Saya tak pernah menyentuhnya karena ...." Ucapan Dewa tertahan. Mana mungkin dia membuka kebobrokannya sendiri di depan orang lain. Meniduri anak orang, padahal sedang dia juga akan menikahi kakaknya. Terkadang, Dewa sadar bahwa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Dia juga sadar bahwa Kalila pasti sulit memaafkannya jika tahu. Namun, nafsu sudah menguasai pikiran, hingga akal dan hatinya tertutup secara bersamaan. Qinara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN