Part 7

636 Kata
Pov Arya "Really? Bagus dong. Aku senang dengarnya. Akhirnya cuma aku satu-satunya pacar kamu." ucap Cinta riang. Dari wajahnya terlihat bahwa dia sangat senang. "Iya sayang. Tapi aku belum bilang ke Keyla. Aku masih bingung gimana cara buat jelasin ke dia." Seketika wajah Cinta berubah muram. Aku yang tidak enak hati pun bertanya. "Kamu kenapa sayang? Koq mukanya ditekuk gitu? " "Apa harus aku jawab ya, mas?" gumamnya lirih. Akhirnya kami Sama-sama diam, menghabiskan sisah makanan yang tersaji. "Apa susahnya sih bilang ke Keyla? " hampir saja aku tersedak, saat Cinta tiba-tiba bersuara keras dengan wajah yang tak bersahabat. " Iya sayang. Nanti malam aku bilang ke Keyla ya. Kamu tenang aja. Jangan cemberut lagi." aku coba membujuk Cinta yang lagi marah. "Sekarang kita shopping ya. Aku bakalan beli apa aja yang kamu mau. " bujukku lagi. Seketika itu wajah Cinta berseri kembali. Setelah puas shopping, aku menghantar Cinta pulang ke rumahnya. Setelah itu aku langsung pulang. Aku harus mencari cara untuk bisa mengatakan pada Keyla. 2 bulan kemudian Hari yang aku tunggu-tungu sudah dekat. Besok adalah acara pernikahanku sama Cinta, bertepatan hari ulang tahunku yang ke 30. Aku harus memastikan kalau Keyla tidak mengganggu acaraku. Ya! Aku belum memutuskan hubunganku sama Keyla. Sayanglah, kalau aku harus membuang bankku. Secara, Keylakan sering ngirim uang buat aku. Aku menghubungi Keyla untuk menjalankan rencanaku. Kubilang saja kalau aku besok sibuk. Agar dia tidak menghubungiku saat acara besok. Saat menghubungi Keyla, ternyata Keyla mengatakan bahwa besok dia akan mengikuti test dan tidak bisa dihubungi. Oh syukurlah! Jadi aku nggak perlu repot-repot lagi buat bohongin dia. * * * * Hari ini adalah hari pernikahanku dan Cinta. Syukurlah dari kemaren, Keyla belum ada menghubungiku. Mungkin dia lagi sibuk persiapan buat test hari ini. Sebelum keluar, aku mematikan hp ku dan meletakkannya dia atas nakas. Acara pernikahanku diadakan di rumahku. Karna kejauhan kalau ke kampungnya Cinta. Lagipula keluarga Cinta yang hadir cuma paman dan bibinya aja. Orang tua kandung Cinta sudah meninggal saat Cinta masih kecil. "Sah! " Terdengar suara orang ramai menyatakan sah, setelah aku selesai mengucapkan ijab kabul. Aku merasa sangat bahagia. Akhirnya Cinta sudah sah bergelar sebagai istriku. Plak Saat Cinta mencium tanganku, Aku terkejut mendengar suara benda jatuh yang begitu besar. Sontak kami semua beserta semua tamu undangan melihat ke arah suara itu. Betapa kagetnya aku melihat Keyla yang sedang berdiri di depan pintu masuk, dan sebuah kueh dan juga paper bag berada di kakinya. Aku berpura-pura tidak tau saat Cinta menatapku dengan tajam. Tidak lama setelah itu, Keyla berlari keluar dengan wajah yang merah. Mungkin dia sangat kesal kerna tau bahwa aku menikah. Tapi, apa peduliku. Aku rasa, aku sudah siap untuk kehilangan bankku itu. Toh,tanpa diapun aku masih bisa membelikan Cinta, apapun yang dia inginkan. Aku mencoba menampilkan wajah santai. Padahal dalam hati aku takut sekali kalau sampai Cinta marah padaku. Terdengar bisik-bisikdari para tamu. Mereka pasti bingung dan heran dengan kedatangan Keyla. Tidak sedikit dari mereka yang tau, tentang hubunganku dan Keyla yang pernah bertunangan. Aku menatap wajah Cinta yang cemberut. Aku mencoba menghiburnya, dengan menjanjikan penjelasan setelah selesai acara. Dan tentu saja itu nantinya sebuah kebohongan lagi. Tidak mungkin aku jujur padanya dan mengatakan bahwa aku memanfaatkan Keyla selama ini. Bisa-bisa Cinta ilfil sama aku. Malam harinya, setelah selesai acara resepsi, aku dan Cinta duduk di birai kasur. Cinta menantikan penjelasan yang aku janjikan. "Sayang, kamu jangan cemberut terus dong. Ini hari bahagia kita loh. " "Gimana nggak cemberut coba. Sekarang aku mau kamu jelasin! Kenapa Keyla bisa hadir ke acara kita tadi? Kenapa dia sepertinya kaget gitu? Kamu belum kasih tau dia ya kalau kita nikah? Atau jangan-jangan kamu belum putus sama dia?" tanya Cinta bertubi-tubi. "Siapa bilang? Kamu jangan berfikiran yang nggak-nggak dulu sayang. Dengar dulu penjelasan aku." Aku berusaha menjelaskan pada Cinta seperti yang sudah aku atur dari tadi. TBC
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN