23.

242 Kata

"Dasar sampah!" Gadis berambut ikal dengan tangan yang memegang jus jeruk tadinya itu, kini menyiramkan just segar tersebut kepada Sofia. Tanpa alasan yang jelas, mungkin hanya untuk kesenangan semata. "Lo gak pantes dapetin undangan spesial itu! Lo adalah yang terburuk!" Sofia mati - matian menahan dirinya untuk tidak terpengaruh terhadap orang - orang yang biadab itu. Dia sebisa mungkin mengontrol amarahnya, meski hatinya semakin terluka. Persoalan tentang keluarganya belum selesai, kini sudah bertambah dengan permasalahan undangan spesial. Sofia semakin dibuat gila akan hidupnya. Pikirannya terus bertanya - tanya, mengapa dia yang mendapatkan undangan itu? Bukankah seseorang yang bahkan tidak percaya akan kekuatan ajaib tidak mendapatkan kesempatan sedikit pun untuk mendapatkan undan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN