Seorang wanita membolak - balikan tubuhnya diranjang kayu yang hanya cukup digunakan satu orang saja. Dia kemudian mengganti posisinya menjadi bangun, dan duduk menghadap samping ranjang. Peluhnya membasahi dahinya. Dia menghela nafas panjangnya. Banyak sekali pikiran yang sedang dia pikirkan saat ini, sampai matanya mengeluarkan liquid bening yang membuat bahunya bergetar. "Lily.. bagaimana kabarmu sayang," gumam wanita itu menahan isakannya. Tangan mungil putih bersihnya memegang dadanya yang merasakan sesak. "Mamah kangen sama Lily, Mamah ingin menggendong Lily.. ingin mencium anak Mamah.. ingin mendengar tangis Lily. Tapi Mamah tidak bisa hikss hikss. Mamah belum bisa Lily, maafkan Mamah.." Dia membentuk tangannya seolah sedang menggendong seorang bayi. Air matanya menetes kebaw

