Sill, wanita itu berdiri dicermin melihat dirinya yang telah berubah menjadi cinderella. Ini semua bukan ulah ibu peri, melainkan kekuasaan dari suaminya. Louis meminta, Andara sekretarisnya untuk merubah Silla secantik mungkin agar wanita itu tak mempermalukannya. Sentuhan terakhir adalah sepatu dengan tinggi lima centi yang dia gunakan. Menurut Silla, sepatu ini lebih berkemanusiaan dibandingkan jejeran sepatu yang Andara bawa untuknya. Sebenernya Silla sangat malas sekali, hingga repot berdadan seperti ini, menggunkan dress diatas lutut, sepatu tinggi, dan riasan diwajahnya. Tok tok Pintu diketuk dari luar, kemudian dengan pelan, wanita itu membukanya. "Bu, Pak Louis menunggu Bu Silla." "Bilang sama pria tua itu, kalau mau saya mengenakan pakaian sobek - sobek silahkan.. tap

