Mendengar ucapan Jonathan, membuat Louis menatap Silla yang terbaring diranjang dengan sendu. Bagaimana bisa selama ini dia tidak tau, jika istrinya tengah hamil? Bahkan dia selalu memojokan istrinya untuk membela Sarah, yang mengandung anaknya. Louis merasa buruk. Bukan hanya belakangan ini dia sangat buruk memperlakukan Silla, namun sejak awal pernikahan mereka. Surat itu, surat yang semakin membuat dia dan istrinya terbatas oleh sebuah dinding yang sebenarnya dia buat. "Lou, mending kamu lepas apa yang tak bisa kamu pertahankan. Karena, semakin kamu egois maka yang tersiksa bukan hanya dia, tapi kalian." Mendengar nasihat dari Jonathan, Louis yang duduk dikursi roda menatap sendu ke bawah. Jonathan menepuk bahu Louis, "Kita pamit dulu." Kemudian Jonathan pergi bersama Azka. Menin

