BAB 22

1100 Kata

“Hei, Mita! Tunggu sebentar! itu bukanya Wanda, ya? Itu si pelakor kelas kakap. Beraninya kamu pekerjaan dia di butikmu?” Nur Laila yang kebetulan tokonya berada di tempat yang sama dengan Wanda. Namun ia tak pernah memperhatikan orang yang Mita perkerjakan selama ini. “Jangan ngaco kamu Nur! Dia baik kok. Kinerjanya juga bagus. Malahan bulan ini, aku bakalan naikkan gajinya.” “Aku dulu bertetangga sama si Wanda waktu di Kampung, makanya aku tahu kalau dia pelakor.” “Mungkin hanya opini dari tetanggamu Nur. Di sini ikut aku selama tiga tahun, dia tidak pernah melakukan kesalahan apa pun.” “Iya sudah kalau kamu tidak percaya sama aku. Kamu tunggu saja waktunya tiba nanti, dia pasti berulah.” “Sejak ketahuan jadi selingkuhan salah satu suami di desaku, Wanda langsung menghilang bak di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN