BAB 27

1099 Kata

Sebulan berlalu sejak kepergian Aldo. Keadaan Sinta semakin memprihatinkan. Apalagi seminggu yang lalu, ia baru saja keguguran. Sinta sangat depresi sekali. Ia merasa sangat hancur dan menyalahkan Tuhan, atas takdir yang menimpanya. “Kembalikan suami dan anakku! Aku tidak mau kehilangan mereka.” Kata-kata yang setiap hari ia ucapkan. Sinta benar-benar menderita gangguan kejiwaan, oleh sebab itu, ia dibawa ke rumah sakit jiwa terdekat, oleh keluarganya. “Bagaimana ini? Bagaimana jika Sinta benar-benar gila dan tidak bisa sembuh? Ibu tidak mau. Ibu tidak mau Sinta menjadi gila.” Bu Lina meraung melihat kondisi anak bungsunya yang memprihatinkan. “Ibu yang sabar, ya? Semoga Sinta secepatnya akan sembuh. Kehilangan suami dan bayinya, membuatnya seperti ini, Bu. Sinta tidak sanggup menaha

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN