“Tapi bokap gak kenapa kenapakan?” tanya bang Nino pada dr. Rey setelah papa Prass di tangani di UGD rumah sakit. Dr. Rey menghela nafas. “Drop mental doang sih kayanya, jadi tekanan darahnya tinggi dan kolestrolnya ikutan” jawab dokter Rey. Bang Nino dan suamiku mengangguk. “Masalahnya tinggal mama Hunn, pindahin deh papa ke ruang rawat. Mama biar nyaman nungguin papa sadar. Aku kasihan mama duduk begitu trus, Adis bujuk dari tadi, susah untuk mama jauh dari papa” kata kak Non bersuara. Kami serentak menatap mama Inge yang menolak di rawat, dan bertahan memegang tangan papa Pras yang terlelap dan duduk di bangku samping ranjang rawat. Suamiku kompak menghela nafas dengan bang Nino karena jadi melihat juga usaha Gladis dan Radit supaya mama Inge mau tiduran di ranjang sebelah papa Pra

