Dan perubahan papa Prass di mulai saat pagi datang. Beliau sudah kembali ceria saat aku menemaninya sarapan setelah suamiku mengantar anak anak sekolah. Bang Nino dan kak Non juga ada, sarapan dengan kedua orang tuanya. Aku tadinya hanya bermaksud menengok keadaan papa Prass, ternyata beliau sudah tidak duduk di kursi roda lagi. “Tahlilan Minto berjalan bukan No?” tegurnya. Bang Nino mengangguk. “Ya…Omen dan Mia yang urus, mereka juga datang mewakili kita, aku atau Reno tidak mungkin meninggalkan papa yang baper” jawab bang Nino. Papa Prass tertawa pelan. “Berarti nanti saat 40 hari peringatan kematian Minto, baru kita hadir. Pastikan semua siap, dengan baik ya, mulai dari makanan, dan apa pun yang di perlukan” perintah raja di raja Sumarin. Bang Nino mengangguk. “Obi sudah mulai p

