BAB 41

1595 Kata

“Serangaaaannnn!!!!” “Peraaanggg!!!” Anggana terhenyak dalam tidurnya saat teriakan Prajurit menggelegar di sepenjuru Istana. Bunyi kentongan yang menandakan sedang ada serangan perang menciptakan suasana genting di setiap derap langkah kaki. Anggana bergerak untuk segera memasuki barak, membangunkan Bala dan Kara yang sedang terlelap. “Kita di serang!” “Bala, Kara! Bangun, kita di serang.” “Diserang?” “Aaaaaarrrrggg..” Belum juga menjawab, suara teriakan dari luar memaksa Kara dan Bala untuk segera berdiri dan menggunakan pakaian perang. Tak lupa mereka membawa pedang masing-masing sebagai senjata mereka. “Aku menjaga Maharaja, kalian berjaga di depan,” titah Anggana kepada Bala dan Kara. “Kita persiapkan prajurit semaksimal mungkin, Kar! Jangan sampai lengah.” “Siap, Paduka Raja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN