“Demi Tuhan, Gan. Tidak ada perang tetapi kenapa wajahmu boyok seperti habis di hajar orang banyak?” Bala terkejut mendapati sahabatnya yang tiba-tiba berada di Puri dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Bibirnya ndower dengan memar di sekitar mata. Ujung lidahnya berdarah dan kulitnya sedikit mengelupas. “Biasanya, banyak yang iri sama ketampananku jadinya ya gini ..aaww.. kenapa banyak sekali yang menyakitiku akhir-akhir ini,” sebal Anggana. Bala mencubit lengannya cukup keras hingga mungkin meninggalkan bekas warna merah di kulitnya. “Makanya jangan sombong! Mau minta bantuan saja juga masih sempet sombong!” “Yee, kamu terlalu percaya diri kalau aku meminta bantuan dari kamu, aku bisa minta Saraswati,” kilah Anggana. “Sana, minta bantuan sama dia. Saraswati lagi mengobati Maharaj

