Selimut kutarik sampai ke leher saat kecupan-kecupan basah dan tangan yang tidak bisa diam itu berusaha membangunkanku. Aku baru saja tidur beberapa jam, tolong jangan diganggu. Dasar suami tidak berperasaan. Mentang-mentang jatah malam pertamanya telat setahun lebih beberapa bulan, dia membuatku kelelahan sekaligus kesakitan. Duh, pasti nanti tidak bisa berjalan dengan baik dan benar. "Bangun, sudah pagi." Aku berkedip-kedip, membuka mata yang masih terasa lekat. Sudah pagi saja? Kepalaku berat sekali. Lengkungan di bibir William menyambut penglihatanku yang baru menjadi jelas. Heran, bangun tidur saja dia terlihat sangat tampan. Aku beringsut memeluk tubuhnya yang masih polos, kemudian kembali memejamkan mata. "Biarkan aku tidur sebentar lagi," gumamku pelan. Terasa pergerakan jar

