"Aku ... menyukaimu." Apa yang baru saja kukatakan? Kenapa kata-kata seperti itu bisa keluar dari mulutku? Semuanya menjadi pengang, aku mengerjap cepat. Menatap langit-langit kamar, lalu mengalihkan pandangan dari William yang tidak berkutik. Tidak, ini masih sangat memalukan. Kutarik selimut sampai menutupi seluruh wajah. Bagaimana bisa aku malah mengucapkan kalimat itu? Sebenarnya aku ingin bertanya apa dia masih marah. Kenapa mulutku bisa typo terlalu jauh? Aku berhitung dalam hati, lima belas detik. Tidak ada suara dari William, bagaimana ekspresinya? Aku penasaran. Apa dia masih di sampingku? Ada pergerakan dari ranjang, dia mau ke mana? Suara langkah kakinya berjalan menjauh. Segitu bencinya padaku? Padahal harga diriku sudah terjun bebas seperti ini. Memalukan, mataku mem

