"Gue pengin cepet-cepet UTS deh," celetukan Luki membuat Chika, Leta, dan Yuki langsung menoleh dan menatapnya horor, padahal mereka sedang asyik makan. Luki yang sedang menerawang belum sadar kalau dirinya ditatap tajam oleh para gadis, begitu sadar, senyum di wajahnya langsung luntur. Dia berubah panik. "Kenapa natap gue kayak gitu?" "Baru ini lho gue denger ada orang malah pengin UTS cepet dateng. Udah jago lo?" Chika mendengus. Kedua sahabat perempuannya yang lain masih memicing menatap Luki. "Aku tuh belum paham kalkulus, tau. Kamu malah udah pengin UTS aja." Yuki menopang dagu sambil mengerucutkan bibirnya. Galau akan materi perkuliahan yang belum dipahami olehnya. "Gue juga masih bingung PLMH nih. Apalagi kalian tau sendiri, dosen gue Bu Dian. Beliau terkenal sulit soal nilai," L

