Bab. 58

1911 Kata

Cinta itu benar-benar tumbuh di hati Kim. Aku bisa merasakannya, merasakan perasaan sayangnya padaku. Tatapan matanya. Sikap dan semua perubahan dalam dirinya. Sekarang aku tidak melihat Kim seorang berandal, tidak pula ada kengerian yang dulu sempat menjalari hati. Aku merasa nyaman, senang berada bersamanya. Kim membawaku pulang. Dia menanyaiku bagaimana Eric bisa bersikap konyol seperti itu. Aku tak ingin membahasnya, lagipula aku tidak kenapa-kenapa, tetapi Kim tetap ingin tahu. Dalam perjalanan pulang, aku menceritakan bagaimana mulanya aku sampai menampar Eric. Itu semua bukan inginku, tetapi Eric lah yang memulai mencari gara-gara. Bisa saja saat itu aku membuatnya babak belur, namun kutahan, aku tak ingin mempermalukan laki-laki terhormat itu. Namun dibagian ini aku tidak mengung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN