Bab. 60

1312 Kata

“Kamu gak apa-apa?” Kim terlihat cemas. Kejadian di gedung tua itu tadi membuatku agak shock sebab mendapat serangan dadakan, dan aku harus membela diri. Harusnya Kim tidak mengetahui bahwa aku bisa melakukannya. Aku menggeleng pelan, lalu melempar senyum ke arahnya. Tampak Kim menarik napas lega. “Aksimu keren, Rania. Belajar sama siapa silat?” cengirnya. “Yang pasti orang yang ahli di bidangnya lah,” ketusku. Aku sebenarnya malu. Namun kemudian tatapan Kim beralih ke buku-buku jariku. “Tangan kamu lecet, kita ke klinik sebentar ya, buat obatin.” “Gak usah,” sergahku, “lecet dikit gapapa kali, santai aja. Ngelupas dikit kena gigi bandit, hahaa.” Aku tak bisa menahan tawa. Kim ikut tertawa, sepanjang arah pulang kami mengobrol apa saja untuk menenangkan diri dari kerusuhan tadi. “Tant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN