Bab. 78

1760 Kata

Wajah itu terlihat manis di bawah cahaya sinar rembulan. Sorot matanya teduh, senyum tipis, dan memiliki kulit sawo matang yang terawat. Saat aku keluar mengenakan stelan baju tidur yang dia bawakan, senyum itu semakin lebar. Aku mendekatinya, kami berdiri bersisian. Saling pandang, lalu tersenyum sungkan. “Bener nama kamu Rania?” tanyanya, kembali meyakinkan identitasku. Aku hanya tertawa kecil, apa dia pikir aku ini pembohong? Atau bermaksud menipu? “Sayangnya aku gak bawa KTP.” Aku menatapnya lekat, namun beberapa detik kemudian, kusesali jawabanku sendiri. “Memangnya KTP kamu ditinggal di mana?” Dia menyipit, seakan tengah menyelidik. “Oh, hmm, hilang!” Aku asal. “Hilang?” “Ya, maksudku ... KTP-ku hilang. Belum lama ini aku kecopetan.” Sepertinya lelaki di sampingku ini tak mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN