Hari beranjak siang, aku masih mengatur napasku agar kembali normal. Nyaris saja aku ketahuan oleh beberapa pennghuni Wisma, beruntung aku segera keluar dari kamar Jeni dan melesat cepat melompati tembok. Aku tersengal. Ini pengalaman pertamaku melakukan percobaan pembunuhan, berakhir gagal. Tidak, bukan gagal, lebih tepatnya aku urungkan niat membunuh Jeni lantaran aku sudah mengetahui bahwa semalam tidak terjadi apa-apa di antara gadis binal itu dengan Tuan Liem. Aku saja yang takut berlebih. Huh, dasar aku! Dari pengalaman ini, aku merasa diriku semakin kuat dan berani. Aku berpikir ingin membiasakan diri keluar dari zona nyaman, melakukan hal-hal extrem misalnya, atau berkegiatan yang dapat meningkatkan adrenalin dengan cepat. Kuusap peluh yang membasahi pelipis, cukup asik ternyata

