Bab. 50

1511 Kata

Sudah mau pagi, tapi aku masih belum bisa tidur. Keputusan yang kuambil sangat beresiko. Berat. Nyawa taruhannya. Tapi siapa peduli? Aku mengabdi pada Tuan Liem. Untuk dimilikinya, untuk dicintainya. Apa cinta perlu pengorbanan se-ekstrem ini?  Aku dan Kim akan menjalin hubungan cinta meski perasaan kami belum tumbuh. Pelan-pelan saja, lambat laun benih itu akan menyubur dalam hati, seperti yang diinginkan Kim padaku. Aku adalah mangsa yang istimewa, dia tidak mungkin menyia-nyiakanku begitu saja. Kim, sangat berbeda dengan Tuan Liem. Dia memiliki luka di masa kecil. Dia merasa terabaikan dan terasing. Aku paham, paham betul bagaimana rasanya dibanding-bandingkan. Dulu, semaca kecil, orang-orang sekitarku, baik keluarga ibu dan bapak maupun para tetangga kerap mengejek. Ya, aku mengangga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN