17. Gerakan Tanda Cinta

1075 Kata

Hana mengambil tisu dari saku celana panjangnya untuk menyeka keringatnya. Hari ini restoran tampak ramai karena memang waktunya makan siang. Saat ia hendak mengambil botol air minum dari tasnya, ia merasakan gerakan pelan dari perutnya. Ia tak bisa menahan senyumnya sembari mengelus perutnya yang mulai membuncit. "Oke, Mama akan istirahat sebentar," bisiknya. "Eh, Hana, kamu gak apa-apa, kan?" tanya Yuni, teman kerjanya. Hana menggeleng pelan. Mending kamu istirahat dulu! Atau mau makan siang dulu? Kamu bawa bekal, kan?" tanya Yuni lagi. Hana mengangguk. Ia pun menuruti rekan kerjanya yang paling dekat dengannya itu. "Kamu gak bisa egois, Na. Ada anak kamu. Janin dalam kandungan tuh pintar kasih kode ke ibunya kalau ibunya udah terlalu lelah," ujar Yuni. Ya, satu-satunya rekan kerj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN