20. Tak Bisa Baik-baik Saja

1165 Kata

Zain keluar dari rumah dengan membawa sebuah tas besar berisi pakaian. Ia tak peduli dengan hujan yang masih cukup deras hingga membasahi pakaiannya. Tujuannya hanya satu, menemui sang istri tercinta. "Papi yakin mau ke sana sendiri?" tanya Marshal begitu ia menyusul sang ayah di teras rumah. Zain menghela napas panjang. "Setidaknya Papi harus terus mencoba, Nak." "Nanti kalau ada apa-apa, telepon saja Della, Pi. Dia ada di sana kok," ujar Marshal. Zain mengangguk. "Nanti Papi kabari kalau Papi sudah sampai di sana!" sahutnya. "Kamu mau ikut, Nak?" Marshal menggeleng. "Nanti habis Magrib ada jadwal operasi, Papi." "Baiklah, kamu harus istirahat dengan benar. Papi berangkat dulu, assalamu 'alaikum!" "Wa 'alaikumussalam," balas Marshal. Setelah memastikan sang ayah sudah pergi, Marsh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN