"Masih ada lagi, Nak?" Murat menggeleng. "Itu udah terlalu banyak, Ummi!" Hana terkekeh. "Begini kamu bilang banyak?" Murat mencebik. "Ummi gak berniat borong semua isi tokonya semua, kan?" Gelak tawa Hana terdengar cukup keras. Murat yang merasa malu langsung menarik tangan sang ibu meninggalkan rak peralatan gambar. "Ih, Ummi belum kelar milih!" rengek Hana. "Ummi sih bikin gaduh! Nanti kena tegur pegawai tokonya!" balas Murat. "Terus, Ummi gimana dong?" Murat berpikir sejenak lalu menjentikkan jemari kecilnya. "Biar aku yang pilihkan! Memangnya Ummi mau beli apa?" Hana pun menyebutkan beberapa peralatan yang ia butuhkan. Setelah itu, Murat bergegas berkeliling. "Hati-hati, jangan sampai nyasar!" teriak Hana. "Siap, Ummi!" Hana memilih berkeliling sembari memperhatikan bebera

