Hana memutuskan kembali berjalan setelah salat Isya di masjid. Yang harus ia lakukan saat ini adalah mengisi perutnya terlebih dahulu. Bisa saja ia menahan lapar sementara, tetapi ia sadar saat ini ia tak lagi sendiri. Ada janin yang memerlukan nutrisi cukup untuk tumbuh sempurna dalam rahimnya. Hana mendongak, menatap langit malam yang begitu cerah. Seulas senyum tipis terbit di wajah cantiknya. "Aku gak sendirian di dunia ini. Entah besok atau lusa, pertolongan itu akan datang dengan cara-Nya," gumamnya sangat pelan. Hana kembali berjalan sembari membawa tas ransel di punggung dan tas ukuran besar di tangan kanannya. Tak terlalu berat karena ia hanya membawa barang seadanya. Malam ini ia harus menemukan tempat tinggal yang bisa ia sewa selama sebulan ke depan. Saat ia sudah berjalan

