Bunga asoka tampak basah ulah embun pagi yang cukup tebal. Sinar matahari menerobos masuk ke celah kabut. Memusnahkan sang embun yang menyelimuti kota Jakarta pagi ini. Teh hangat tersaji di atas meja dengan taplak rajut aesthetic. Kursi dan meja set putih melengkapi suasana pagi di pekarangan belakang. Hijau sejauh mata memandang. Di ujung sana tampak sekat beton yang membatasi pekarangan belakang rumah utama keluarga Adamson. Taman seluas lapangan bola ini tampak asri dengan beberapa pohon dan tanaman yang terawat. Kebun bunga pun turut andil menghiasi beberapa bagian dari halaman rumah Adamson. “Sayang?” saut suara baritone. “Hm?” “Kenapa senyum-senyum sendiri dari tadi?” kening Fernand mengerut bersamaan sifat posesifnya kambuh. “Memang tidak boleh?” timpal Sayu masih fokus ke ha

