Carissa menjalani hari demi hari di trimester pertama kehamiannya dengan susah payah. Ia memuntahkan apapun yang ia makan. Pusing tidak pernah absen menghampirinya tiap pagi. Tubuhnya tampak lebih kurus dan wajahnya menjadi sangat pucat. Gemma menyadari perubahan fisik dan rona wajah Carissa namun setiap kali Gemma bertanya Carissa hanya mengatakan bahwa ia hanya kelelahan di kantor dan Gemma memutuskan untuk tidak ikut campur lebih jauh. Semakin mendekati perceraian mereka, Gemma memilih untuk menjaga jarak dari Carissa. Berharap bisa menetralisir segala rasa yang ada dalam dadanya. Kurang dari dua bulan lagi mereka akan kembali menjadi orang yang asing. Hari itu Carissa meminta izin untuk masuk kantor agak siang. Ia sudah meminum obat anti mual yang diresepkan ol

