Hari itu, selepas perayaan syukuran ulang tahun Gemma yang diadakan meriah di kantor dengan dihadiri seluruh staf dan jajaran pemimpin, Bang Ijul, satpam kantor memberitahu Gemma bahwa Bernard Pontoh ingin menemuinya. Gemma tampak terkejut. Ketika pengacara itu masuk ke dalam ruangan Gemma, pemuda itu berdiri untuk menyambutnya. “Om Bernard.” Gemma menyalami lelaki itu. “Wah, pengacara kondang datang ke kantorku. Ada apa ini?” Bernard Pontoh tertawa sambil menyambut uluran tangan Gemma. “Untuk memberimu ucapan selamat ulang tahun, tentu saja.” Lelaki itu mengikuti langkah Gemma menuju sofa yang ada di ruangan tersebut dan kemudian duduk berhadapan dengan pemuda itu. “Aku yakin bukan karena hari ini aku ulang tahun hingga Om datang jauh-jau

