Bab 50: Rasa nya, Odading.

2096 Kata

Malam harinya Kemala sedang asyik rebahan sembari jari tangannya yang bergerak lincah di atas keyboard mendapatkan telpon dari Adi. Padahal ia sudah meminta pemuda itu untuk beristirahat saja. Menghela nafas sejenak, Kemala mengangkat panggilan itu. "Kenapa, Mas?" "Kenapa setiap ditelpon itu selalu jawabnya kenapa? Emang kenapa?" Tanya Adi balik dari seberang sana. "Yah gak kenapa kenapa. Emang kenapa?" "Lah mana tahu si kenapa kenapa." Kemala menepuk jidatnya begitu menyadari obrolan mereka yang absurd ini. " Mas, tadi makan apa?" "Makan nasi lah ya kali makan batu." "Sakkarepmu... Dah lah Enceng." Setelahnya hanya tawa Adi yang terdengar, yang pasti saat ini . Kemala hanya mendesah pelan menyadari jika Adi tengah Gabut. "Dah lah, aku mau nulis dulu," ujar Adi setelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN