Kemala menatap sinar matahari yang saat ini sedang terik nya padahal baru pukul sembilan pagi. Ia duduk di depan pintu rumah yang langsung berhadapan dengan sinar Surya itu, namun bukan hanya ia sendiri, melainkan para tetangganya yang juga sudah terlebih dahulu berjemur dibandingkan dirinya. Terkekeh sejenak, Kemala menyadari jika di lingkungan rumah nya bukan hanya ia seorang saja yang terjangkit virus Corona ini, bahkan sekeliling rumah nya masing-masing sibuk berjemur. "Piye mal? Aman gak?" Tanya tetangga depan rumah nya yang tak lain merupakan sesepuh dan alim ulama di kampung duduk di jalan. Kemala tertawa keras begitu menyadari jika itu merupakan sebuah sindiran halus akan keadaannya yang buruk sejak kemarin sore. "Gak aman, Kek. Mampet hidung nya." "Kirain kebal dia, tern

