Gerald tengah berada di ruangannya. Membaca beberapa file dan email yang sepertinya tidak berkurang setiap harinya. Ia lalu menelpon ke meja Anjani untuk meminta segelas kopi. Sejak kejadian malam itu, mereka tidak pernah saling berkomunikasi. Rivo lah yang menjadi penghubung antara mereka. Namun hari ini Rivo sedang ke puncak untuk menggantikan Gerald yang merasa kurang sehat. Tanpa banyak basa basi Anjani meletakkan secangkir kopi di hadapan Gerald lalu berbalik untuk meninggalkan ruangan itu. " Anjani..." Anjani berbalik dengan malas namun terkejut pada detik berikutnya. " Ger.." ia lalu berlari ke arah Gerald yang terlihat memegang kepalanya. " Kenapa? Kamu kenapa? Hah?" lanjut Anjani berlutut di sisi Gerald sambil memegangi pundaknya. Namun Gerald masih tertunduk dengan kening y

