" Sayang...Jani" Gerald menciumi pundak dan leher putih istrinya dari belakang dengan lembut untuk membangunkannya. Jam di atas nakas masih menunjukkan pukul 05.30 pagi hari, namun Gerald telah terjaga. Anjani menggeliat pelan dan membalikkan tubuhnya. Namun bukannya membuka mata, ia malah semakin menaikkan selimut dan mengeratkan tubuhnya pada Gerald lalu memeluknya dengan manja. Gerald yang tadinya ingin beranjak, tersenyum melihat istrinya yang kini menggeliat manja dalam pelukannya. Sebelah pahanya yang terangkat menyentuh juniornya yang kini menegang. Di peluknya wanita itu dan menciuminya lembut. Meremas payudaranya dan membelai punggung mulusnya. Anjani yang merasakan tubuhnya seperti tergelitik nikmat, membalas ciuman itu dan kini membuka matanya. " Belum puas?" "Tentu aja belum

