“Bram… “ Pekik Carmel, Spontan ia mengeratkan pegangannya ditubuh Nena. “Berikan anak itu padaku!” Balas Bram nyalang, ia ikut menaiki anak tangga dan menarik Nena kuat. “Lepaskan, Bram!” Carmel berusaha menarik Nena, sedang Nena terus saja berpegangan pada baju Mamanya itu. “Ma, aku gak mau.. Ma!” Sahut Nena yang sudah menangis. “Dia harus pergi dari sini, minggir kau Carmel!” Bram masih berusaha menarik tangan Nena, sampai rasanya lengan gadis itu begitu sakit. “Ma, aku gak mau…!” “Bram, tolong lepaskan, bukankah kau sudah mendapatkan harta yang banyak?!” “Yah, tapi karena anak ini juga aku harus dipukuli dan menderita, lihat aku akan membalas semuanya pada anak ini!” “Kau tidak bisa seperti itu, ini semua memang salah kamu, salah kamu!” Teriak Carmel. “Salah aku? Hahahaaaa…”

