Kalila hanya mendelik tajam ke arah Matteo. Berpura-pura untuk tidak salah tingkah, padahal jantungnya berdegup sangat kencang sekarang. “Apa ini kali pertama ada seseorang yang mengatakan itu pada kamu, Kal?” Kalila tanpa sungkan mengangguk. “Iya.” Matteo mengulum senyumnya. “That’s great.” Matteo menggeser duduknya dan memilih untuk ikut Kalila duduk di lantai. Dia menatap gadis itu dengan penuh pujaan. Tanpa ragu, dia mengusap lembut rambut Kalila. “Cepat lulus, ya.” “Kenapa?” tanya Kalila menolehkan kepalanya pada Matteo dan menatapnya dengan tatapan bertanya. “Setelah lulus SMA, kamu akan kuliah?” Pertanyaan Matteo semakin membuat Kalila tidak mengerti. Namun, dia hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Matteo. “Oh, kalau begitu, aku akan menunggu kamu sampai lulus kuliah—it

