“Titip Rangga sebentar dulu ya, Ma. Adimas sama Ara mau jalan.” “Hati-hati di jalan, dan jangan ngebut ya!” Melambaikan tangan sebelum melajukan mobilnya, Adimas berpamitan dan pergi meninggalkan depan rumahnya ketika sang anak sudah mulai tenang dan mau untuk tidak ikut sementara dengannya dan Ara. Sempat Rangga merengek, enggan melepaskan kaos Ara yang dicengkram bayi berusia tiga bulan itu. Ternyata memang Rangga masih sulit lepas sebentar dari pelukan hangat orang tuanya tak terkecuali Adimas. Rencana makan malam ini pun tak akan terlalu lama. Hanya sampai pukul delapan malam adalah waktu paling lama mereka berada di restoran. Ini pun menjadi permintaan Ara sendiri. Jarak yang ditempuh untuk perjalnanan menempuh waktu dua puluh menit saja, paling lama sampai tiga puluh menit jika j

