Kelahiran si kembar telah tiba. Dibandingkan kelahiran pertama, yang kedua ini terasa lebih sulit karena perdana bagi Ara melahirkan anak kembar yang sama-sama memiliki berat normal saat di dalam kandungan. Ada trouble sebelumnya bahwa bayi teratas harus dilahirkan, namun karena Ara ingin mempertahankannya dulu sampai hari-H kelahiran buah hatinya, dokter pun memberi kesempatan untuk itu sehingga kedua bayi lahir dengan jalan normal di waktu yang tepat. Usai disusui secara bergantian, dua bayi menggemaskan itu dibawa ke tempat khusus untuk bayi-bayi diletakkan karena ruang inap Ara masih belum ada tempat tidur bayi. Syukurlah di prosesi melahirkan ini, Ara tidak mengalami pendarahan seperti Rangga dulu. Hanya saja, ia lebih lemas karena tenaga yang dikeluarkan lebih banuak dibandingkan

