Sesuai janjinya kemarin, Adimas datang kembali ke kantor polisi. Ia tidak sendirian sendirian, bersama orang yang juga dijanjikannya untuk dibawa ke sana yang sudah ditunggu-tunggu oleh seseorang. Adimas bukanlah lelaki pengecut yang melanggar janjinya sekali pun pada seorang musuh. Karena ini dia membawa kebenaran. Rangga tampak sangat bingung saat diminta oleh sang papa untuk ikut ke kantor polisi, dan untuk bertemu seseorang. Baru menginjakkan kaki di wilayah kantor polisi saja sudah membuatnya merinding. Banyak pasukan berseragam, ada yang meletakkan pistolnya di samping tubuh, membawa walkie talkie dan perampangan mereka memang sedikit mengerikan karena mereka dikenal tegas. Adimas menggenggam tangan Rangga untuk dibawa masuk ke dalam suatu ruangan. Setelah memberi tahu maksud dan t

