CHAPTER 57

1200 Kata

Ara harap cemas saat meletakkan sebuah kotak ukuran kecil yang dihias cukup cantik di atas nakas meja. Jujur saja, ia tidak bisa tenang setelah pulang dari rumah sakit tadi. Di kantor saja, tangan dan pikirannya tidak fokus pada gambar gambar desain yang harua ia revisi dengan segera-setelah hampir saja dia dimarahi bosnya karena memang ketidak fokusannya bisa mengacaukan projek besar mereka. Sudah sesore ini Adimas belum kembali, padahal lelaki itu biasanya akan pulang pada siang hari setelah selesai memeriksakan seluruh pasien. Akhir-akhir ini memang tidak biasanya lelaki itu pulang sore terus menerus. Apa ada urusan yang tidak Ara ketahui? Ia ingin tahu, tetapi terlalu kepo itu tidak bagus. Ia percaya, Adimas hanya ada urusan seputar pekerjaan. Pikirannya terlalu positif dan mengangga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN