"Halooo keponakannya Om Danna yang ganteng rupawan ini." Tanpa permisi, sosok anak laki laki bungsu Mira ini berseru senang sambil membawa sebingkis pakaian yang barusan dibeli dengan sang mama. Jevran masih di sana dan berbincang dengan Adimas, mendengar seruan adik dari temannya itu menjadi terkekeh kecil. Ia teralihkan fokusnya pada Dana yang sudah berlarian kecil mendekati Rangga yang masih anteng. Bayi tersebut juga tidak menangis karena seruan kencang tersebut. Astaga, Jevran merasa adik Adimas ini sangat lucu. Ia rasa tidak masalah bila Ara berada di keluarga Adimas, lihatlah tingkah remaja yang masih berpusing dengan skripsi ini justu bisa membangkitkan mood. Katanya 'Om' ya... Jevran tidak masalah juga bila ada paman lain untuk keponakannya ini. Kenapa dia membayangkan kalau

