57

1122 Kata

Saat ini Keyra sudah berada di dalam kamarnya. Amalina, Alin dan Naila juga tentu sudah disana karena sekolah mereka di pesantren sudah selesai tadi itu. "Tadi mampir kemana dulu Ning? Kok tumben baru pulang?" tanya Amalina. "Oh tadi, gua ke Caffe dulu sama Galen hehehe. Guys kalo dah Magrib tolong bangunin gua ya nanti" ujar Keyra yang sudah berganti baju dan saat ini dirinya pun memutuskan untuk tidur. Karena kepalanya begitu pening memikirkan perkataan Harris. Selain itu juga dadanya sesak karena ia dipaksa mengingat hal yang awalnya tidak ingin Keyra ingat lagi. Keyra pun memutuskan untuk memejamkan mata. Namun saat ia memejamkan mata, malah air matanya turun membasahi pipinya. Untung saja ia tidur menghadap ke tembok, jadi teman-temannya tidak tahu bahwa saat ini dirinya tengah men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN