Sudah sejak lama Diva merasa jika Sara sengaja menganggunya meski dengan hal-hal kecil yang tidak kentara. Seperti misal ketika ia berpapasan jalan dengan cewek yang selalu di apit dua anteknya tersebut, Sara akan dengan sengaja menabrakkan bahunya ke bahu Diva. Atau ketika Diva berjalan ke lapangan membawa beberapa botol minuman untuk anggota tim basket, maka tiba-tiba gadis itu mendekat dan menjegal kakinya. Membuat Diva jatuh terjungkal dengan lutut yang tergores berdarah-darah. Pernah juga waktu di toilet gadis itu menyipratkan air ke seragam Diva. Ketika Diva hendak marah, cepat-cepat Sara memasang tampang polos dan meminta maaf sambil berkata bahwa ia sengaja. Sungguh, Diva kesal. Tapi ia berusaha semaksimal mungkin menekan kesabarannya. Diva pikir tidak ada untungnya jika ia mena

