Berjalan membelakanginya dan meninggalkannya begitu membuatku Sakit dan Menahan air mata sekuat tenaga agar aku tak terlihat rapuh di hadapannya. Aku memang sudah menunggu hari ini di mana dia datang dan meminta maaf kepada keluargaku serta menjelaskannya secara detail apa yang sudah membuatnya Tak hadir di pernikahan kita. Tapi, setelah melihat kehadirannya tepat di depan mataku aku seakan tak bisa berkotek dan hanya bisa terlihat biasa saja walaupun hatiku sangat rapuh dan menginginkan penjelasannya. Aku dengan Rapuh mengelus perutku dengan lembut agar anakku tak merasakan kesedihanku dan tak merasakan keegoisanku telah menolak permintaan maaf Ayahnya sendiri. "Mama akan selalu ada untuk kamu nak, kamu tak membutuhkan Sosok Papa dan hanya ada sosok mama yang akan selalu menemanimu,me

