“Ya, ada yang bisa dibantu?” Tanya Rumana. Dia tidak tahu kalau pria yang kini ada di hadapannya adalah anak kandungnya sendiri. Yang Rumana tau dua orang itu mungkin sepasang suami istri yang sedang mencari pakaian untuk anak mereka. Dimas terdiam mematung melihat wanita dengan mata layu, di wajahnya sudah banyak kerutan yang menandakan betapa bekerja kerasnya dia selama ini. Beberapa uban mungkin sudah disemir agar sama hitam dengan rambut lainnya. Jika diperhatikan dengan seksama, ada banyak kemiripan antara Dimas dan Rumana. Alisnya yang tebal juga bola matanya yang sedikit kecoklatan. Sebelumnya Dimas tidak pernah terbayangkan bagaimana wajah ibu kandungnya, dan kini saat dia melihatnya, entah mengapa pikirannya blank, kosong, tidak menyangka wanita asing yang ada di depannya kini ad

