Jeffery, Barnes dan Alvin di dalam lift menuju lantai lima club malam tempat mereka bekerja malam ini. Mereka datang di sore hari karena harus berlatih dulu di lokasi. Meski ini hanya samaran, tapi tentu saja mereka tidak ingin tampil memalukan. Alvin bertindak selaku manager Jeffery dan Barnes. Dia yang akan menilai, membimbing dan memastikan mereka tampil dengan baik. “Bagaimana pinggangmu?” tanya Jeffery kepada Barnes. “Sakit sekali. Rasanya aku ingin merayap saja,” Barnes menyandarkan punggungnya di dinding lift sambil meregangkan tubuh, “kau?” “Sama. Aku takut sendi pinggulku terkilir. Meski di kamp pelatihan sangat brutal, tapi kita tidak berlatih menggerakkan pinggul semalaman.” Jeffery mendesah kesal. “Hum...um. Kau benar. Lelah kita ada harganya di sana. J

