BAB 42. HARRY

1669 Kata

Jeffery membuka pintu flat apartemennya dengan perasaan tidak menentu. Dia yakin Sofia pasti menunggunya bahkan mungkin saat ini dia duduk di belakang pintu bersandar sambil menangisi nasibnya. Mungkin Sofia serapuh itu saat ini ketika dia mendapati semua kemalangan ini bertubi-tubi, Jeffery bahkan tidak menduga Sofia masih bisa bertahan. Mungkin jika orang lain akan memilih bunuh diri atau mungkin akan menjadi penderita penyakit kejiwaan karena tekanan demi tekanan yang diterimanya. Jeffery membuka daun pintu, sesuai dugaannya, wajah Sofia-lah yang pertama kali dilihatnya. "Sofia," sapa Jeffery terkejut. Dia terkejut saat mendapati semua perkiraannya benar, Sofia terlihat berantakan dengan mata yang sembab. Sofia melihatnya dengan perasaan takut dan penasaran yang membuncah hebat di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN