Henna berdiri dengan ragu di depan pintu dekat bar. Dia melihat Calvin yang serius memberikan petuah pada orang-orang yang bekerja di sana. Bar sudah berada pada tahap 98% selesai, yang artinya hanya tinggal pembukaan saja. Kali ini Henna melihat sosok Calvin yang berbeda, pria itu terlihat sangat serius dengan apa yang sedang dikerjakannya, Calvin yang biasanya menjengkelkan terlihat begitu mempesona saat ini. "Apa aku setampan itu?" tanya Calvin yang sudah melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Henna, sepertinya dia sudah terlalu banyak melamun. Seketika itu juga Henna gelagapan, dia tidak siap untuk bertemu Calvin setelah perlakuan kurang ajar Calvin tadi siang. "Aku ingin bicara soal stok wine untuk malam pembukaan," kqta Henna akhirnya membuang egonya jauh-jauh. Mesk

