Sudah seminggu berlalu semenjak Henna datang ke CL dan ditolak mentah-mentah oleh Calvin. Di genggaman tangan Henna terdapat sebuah amplop putih. Senyum tipis Henna terbitkan saat melihat Karen menatapnya lesu. "Mbak gak mau berpikir ulang?" tanya Karen dengan suaranya yang sedikit serak menahan sesak. Henna memeluk Karen sekilas, ada rasa haru saat melihat Karen bersedih karenanya. "Ini untuk kebaikkan kita Ren, aku gak di sini kamu berpotensi promosi gantiin aku," ujarnya kepada Karen. "Aku mending kayak gini aja Mbak, kerja sama Mbak tuh asik. Ntar kalau aku kangen sama Mbak Henna gimana?" "Loh bukannya kerja sama aku penuh tekanan batin ya? Tiap hari aku omelin, belum lagi kalau mode galak aku lagi on kamu pasti aku tindas," kata Henna dengan nada bercanda dan tatapan jahi

