#ISTRI_CERDAS #16 #Irwan "Mas, hari ini sudah mediasi kan?" tanya Windy pagi itu. Aku melirik ke arahnya seraya menggunakan kemeja berwarna hitam yang sedikit lecek karena Windy tak pernah mau menyetrika pakaianku. "Mas! Pokoknya aku gak mau tahu ya, kamu harus secepatnya cerai sama Meylani!" sentak Windy. Kepalaku serasa ingin pecah karena ocehannya setiap hari. Ia bahkan selalu membahas tentang keinginannya yang tidak pernah ada habisnya. "Win, dengar. Aku tidak pernah membenci Meylani, jika memang aku bisa memilih, jelas aku pilih Meylani. Jadi, tolong kamu tidak usah banyak bicara!" Aku benar-benar muak dengan semua tingkah Windy. Ia yang selalu menuntut apa maunya, tanpa mengerti keuanganku yang semakin hari semakin menipis. Sebulan setelah proyek yang aku ajukan di tolak da

