Kabar Burung

946 Kata

Saat terBangun Aku telah berada di kamar, sepertinya Bang Arif yang membawaku kekamar, pagi di Jakarta sungguh berbeda di Bandung. “Ma, siapa yang bawa Nurul ke kamar?” “Bang Arif sayang,” jawab Mama. “Bang Arifnya sekarang mana? Tumben gak berisik?” tanyAku heran “Pergi, kebandara. Jemput Mas Teguh” “Ih, Mama! Kok Akunya gak di Banguni sih Mama? Kan Nurul kangen sama Mas Teguh.” “Udah di Banguni kok sayang, tapi kamu pules Banget tidurnya.” “Oh, gitu ya Ma. Ma, Nurul mau naya, seandainya ada anak Mama yang ngecewain Mama, Mama bakalan marah besar?” “Yah, ngecewainnya dari segi mana dulu sayang? Kenapa kamu tanyanya seperti itu? emangnya kamu udah buat Mama sama Papa kecewa?” “Hmmm, gak kok Mama, Nurul cuma naya aja Ma,” tersenyum sembari meninggalkan Mama. Terdengar suara mobil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN