Sore itu ketika Aku, Kak Fatimah serta Nia sedang asyik mengobrol di teras wisma. Ada seorang pengendara mobil berhenti dipagar wisma. Kak Fatimah segera berdiri dan akupun mengikuti Kak Fatimah. Sepertinya Kak Fatimah mengenal sosok yang masih berada di dalam mobil. Seorang Bapak yang berusia kira-kira 50 tahun, keluar dari mobil dan menghampiri Kak Fatimah yang telah berdiri. Kak Fatimah dengan sopan menawarkan Bapak itu untuk duduk. Setelah Bapak itu duduk di kursi yang terdapat di teras Wisma, Nia mengajakku kedalam untuk membuatkan minum untuk Bapak tersebut. Tiba di dapur, Aku memperhatikan Nia yang sedang asyik mengaduk minuman yang dia buat. “Ukhti, Bapak yang sedang bersama Kak Fatimah itu siapa?” tanyaku kepada Nia Ukhti adalah sapaan untuk saudara perempuan. Kata ini sudah bi

