Dari Wisma Menjadi Kost

1106 Kata

Aku dan ukhti-ukhti lainnya resmi berpisah di minggu pagi ini, Aku ikut membantu mereka pindahan. Ada kesedihan yang menghinggap  dibatinku, tapi Aku harus berlapang d**a, karena ini keputusanku untuk tidak ikut pindah bersama mereka. Aku sedih bukan karena takut tak berjumpa, tapi Aku sedih karena sekarang Aku dan ukhti-ukhti lainnya tidak bisa tinggal satu atap. Tapi Aku bersyukur karena masih diizinkan untuk menemui mereka di wisma Alfat. Tentu saja mereka mengizinkanku untuk menemui mereka, karena Aku dan ukhti-ukhti yang lain selalu senantiasa menjaga ukhuwah yang telah kami bangun. Aku beruntung sekali, Bapak pemilik rumah ini menjadikan rumahnya sebagai kos-kosan. Jadi atas perintah Papa dan pastinya keinginanku Aku tetap kos di rumah ini. Aku tak perlu susah-susah mencari tempat k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN